Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
08.04
Ibu
selalu berusaha menjadi yang terbaik di depan anak-anaknya juga suaminya. Ia
ingin sekali bisa menjadi ibu yang baik sekaligus menjalankan kewajibanya
menjadi seorang istri. Hal ini juga pernah disebutkan pendapat seorang psikolog
‘Ketika seorang ibu itu ada di rumah,
segala urusan di rumah akan berjalan baik’. Pasti benar. Ibu bekerja di
rumah tidak mengharapkan imbalan, merawat dengan ikhlas, menjaga juga
membimbing kita dengan hatinya yang tulus. Namun, secara tidak langsung ibu
juga menaruh harapan-harapan lebih kepada anaknya. Yang dulunya ibu pernah
gagal, ia pasti memotivasi anaknya untuk tidak boleh gagal dan terus maju
jangan menyerah. Tak lupa ibu pun berdo’a untuk kita di sela-sela doa yang
setiap hari ia panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar anak-anaknya bisa
bahagia dan mendapatkan kemudahan dunia dan akhirat. Selalu menomor satukan
anaknya adalah prinsip seorang ibu. Di saat kita butuh makan ibu selalu
berusaha membuatkan kita makanan secepatnya, walaupun sebenarnya beliau sedang
sibuk ataupun melakukan pekerjaan rumah. Seperti orang Bojonegoro bilang ibu
selalu bisa “nyelak/ndisikno” atau “nyempetno gawe anak`e”(menyempatkan/mendahulukan
untuk anaknya). Semua itu ia lakukan karena ia tahu bahwa waktunya sangat
singkat.
Artikel ini saya persembahkan untuk ibu saya ,
seorang ibu yang selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk saya dan saudara-saudara saya. Ibu .. selamat hari ibu semoga engkau
sehat selalu dan selalu dimudahkan dalam setiap urusanmu di dunia ini.
(22 Des 2012)
Ibu, Tiga Huruf Penuh Sandiwara
Written By Unknown on Senin, 25 Februari 2013 | 08.04
Karya : Baktiar Nur
Makmura
26
Juli 1996, aku dilahirkan. Dilahirkan oleh seorang wanita yang penuh dengan
pengorbanan. Yaitu dia, dialah sang bidadari yang selalu melindungiku. Itu
sebabnya aku bisa menulis ungkapan hatiku ini hanya untuk bidadariku. Dan
bidadari itu adalah engkau “IBU”.
Pernah aku membaca sebuah
tulisan karya Honore De Balzac yang mengatakan bahwa ‘Seorang ibu yang benar benar ibu itu tidak pernah libur’. Kalau
dipikir-pikir lagi memang ini benar terjadi dan nyata. Hal tersebut setiap hari
selalu aku jumpai di rumah. Dimana seorang ibu selalu bangun pagi hanya untuk
menyiapkan sesuap nasi untuk keluarganya dan tidur paling akhir untuk
membereskan semua pekerjaan rumah yang belum beres. Nah, apakah kita pernah
merasa capek, kesal, malas, sakit, ataupun jengkel? Pasti jawabannya iya.
Begitu pula dengan ibu. Ibu bukan robot yang bisa bekerja tanpa istirahat, tapi
beliau sama seperti kita Manusia yang pasti merasakan hal yang disebutkan di
atas. Namun, apakah kita pernah berpikir betapa hebatnya beliau melawan rasa
itu? Mungkin tidak. Seorang ibu bisa memberikan waktu 24 jam per 366 hari untuk
anak-anaknya. Tidak ada baginya kata pagi, siang, maupun malam. Juga tidak
baginya mengenal lelah maupun amarah.
Ibu
selalu berusaha menjadi yang terbaik di depan anak-anaknya juga suaminya. Ia
ingin sekali bisa menjadi ibu yang baik sekaligus menjalankan kewajibanya
menjadi seorang istri. Hal ini juga pernah disebutkan pendapat seorang psikolog
‘Ketika seorang ibu itu ada di rumah,
segala urusan di rumah akan berjalan baik’. Pasti benar. Ibu bekerja di
rumah tidak mengharapkan imbalan, merawat dengan ikhlas, menjaga juga
membimbing kita dengan hatinya yang tulus. Namun, secara tidak langsung ibu
juga menaruh harapan-harapan lebih kepada anaknya. Yang dulunya ibu pernah
gagal, ia pasti memotivasi anaknya untuk tidak boleh gagal dan terus maju
jangan menyerah. Tak lupa ibu pun berdo’a untuk kita di sela-sela doa yang
setiap hari ia panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar anak-anaknya bisa
bahagia dan mendapatkan kemudahan dunia dan akhirat. Selalu menomor satukan
anaknya adalah prinsip seorang ibu. Di saat kita butuh makan ibu selalu
berusaha membuatkan kita makanan secepatnya, walaupun sebenarnya beliau sedang
sibuk ataupun melakukan pekerjaan rumah. Seperti orang Bojonegoro bilang ibu
selalu bisa “nyelak/ndisikno” atau “nyempetno gawe anak`e”(menyempatkan/mendahulukan
untuk anaknya). Semua itu ia lakukan karena ia tahu bahwa waktunya sangat
singkat.
Menurut
George Eliot ‘Hidup itu dimulai dari
bangun tidur dan mencintai wajah seorang ibu’. Sebagai contoh nyatanya
adalah siapa orang yang pertama kali kita jumpai di dapur saat bangun tidur?
Pasti Ibu. Awal hidup seseorang itu
dimulai sejak seorang dikeluarkan dari rahim seorang ibu. Ibu berjuang keras
untuk mengeluarkan-mu dari rahimnya dan itu adalah suatu pengorbanan dan
mempunyai resiko yang sangat besar karena taruhanya adalah nyawa. Ibu ikhlas
kehilangan nyawanya hanya untuk anaknya. Namun apakah kita seorang anak akan
ikhlas kehilangan nyawa hanya untuk seorang ibu? Seharusnya kita malu pada diri
kita sendiri yang telah menelantarkan sosok bidadari yang selalu ada untuk
kita. Masih untung kita mempunyai seorang ibu yang masih hidup. Banyak anak di
luar sana yang ditinggal oleh ibunya. Bisa kita bayangkan betapa sedihnya
mereka karena belum bisa membahagiakan ibunya, belum bisa memberikan apa yang
ibu inginkan dari dulu sampai sekarang karena terhalang kebutuhan anak-anaknya,
dan yang terpenting adalah anak-anak yang belum sempat mengucapkan kata maaf
untuk ibunya sebelum ia pergi untuk selamanya.
Alkisah
sebuah motivator yang pernah menjelaskan kepada saya. “Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang ibu
kepada kita? Sayangilah Ibu-mu dengan sungguh-sungguh karena sorga berada di
telapak kaki Ibu. Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu. Kata
maaf tak hanya terucap hanya di musim
lebaran saja, namun juga dapat di gunakan setiap hari guna untuk mempererat
tali keluarga di rumah”. Berikut merupakan kisah nyata yang memang ada di
sekitar kita.
Seorang
anak yang sudah berkeluarga datang menjenguk ibu nya saat hari Lebaran guna
meminta maaf dan mempererat tali silaturahmi. Sang ibu meminta anaknya untuk
menemani mengelilingi desa menggunakan kursi rodanya dan secara langsung
anaknya bersedia dan menemani sang ibu untuk pergi jalan-jalan. Ketika sampai
di pinggir jalan sang ibu bertanya ke anaknya “nak,itu buah apa?” sambil menunjuk ke arah seberang. Sang anak
menjawab “itu buah mangga bu..”. “Kalau yang itu apa ?” kata sang ibu lagi
sambil menunjuk pohon yang lainya. “itu
buah manga juga bu..” jawab anaknya. Setelah itu sang ibu menunjuk beberapa
buah yang berjatuhan di bawah sambil bertanya ke anaknya “kalau yang di bawah itu apa nak ?” . Dengan nada agak kesal sang
anak berkata “Sudah jelas jelas ini kebun
mangga , mana ada buah lain selain mangga. Ibu ini sengaja atau mau nya apa !!”.
Sang ibu pun menunduk dan menangis tanpa sepengetahuan anaknya dan berkata
sambil mengambil buah manga yang ada di bawahnya “Kurang lebih 35 tahun yang lalu, ibu selalu menjawab
pertanyaan-pertanyaan kamu nak, 10 kali kamu bertanya ibu pasti
menjawabnya tanpa ada rasa kesal sedikit
pun. Namun sekarang ibu yang baru bertanya 3 kali ke kamu, kamu sudah merasa kesal
sama ibu mu ini nak”. Lalu sang anak pun berlutut dan meminta maaf kepada
ibunya dan menangis sambil memeluknya.
Bersyukurlah
kita, mempunyai sesosok ibu yang ikhlas menyanyangi kita karena hati seorang
ibu pasti menemani hati setiap anak-anaknya. Kita sebagai anak selalu mendapat
perlindungan darinya, tapi apakah kita pernah berpikir untuk selalu
melindunginya? Dan yang sering saya tahu anak-anak zaman sekarang ini justru
berani melawan dan membantah perkataan ibunya. Bisa dibayangkan apabila waktu kecil
ibu menelantarkan kita begitu saja? Apa sampai sekarang ini kita bisa menikmati
indahnya hidup? Berkumpul dengan teman? Menemukan sesosok kekasih? Tidak. Kita
bisa menjadi seorang seperti ini tak luput dari segala sesuatu darinya.
Sebesar-besarnya usahamu untuk mencapai kesuksesan itu juga tak luput dari doa
seorang ibu. Suatu perbuatan yang kita lakukan tanpa restu seorang ibu tak ada
artinya di mata Tuhan. Sesungguhnya izin dari seorang ibu adalah doa yang
selalu menyertai kita dan memberi kekuatan lebih untuk kita. Bayangkan bila
seandainya di dunia ini tanpa ada sosok seorang ibu? Apakah yang akan terjadi?
Sepi. Pasti. Di sana-sini semua serba laki-laki. Watak-watak yang keras dan
mungkin tidak akan ada orang yang selalu mengingatkan, “nak sholat, ini sudah jam berapa.?”
Berikut
ini memang kalimat yang sering kita dengarkan di acara-acara sekolah untuk
memotivasi kita *Pernah kita ngomelin Dia ? 'Pernah!' *pernah kita cuekin Dia ?
'Pernah!' *pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan? 'nggak!' *sebenernya apa yg
dia fikirkan ? 'Takut' *Takut apa? - takut ga bisa liat kita senyum , nangis
atau ketawa lagi dan takut ga bisa ngajar kita lagi.
Renungkanlah, Seorang ibu
mendoakan dan mengingat anaknya setiap hari bahkan setiap menit dan ini berlaku
sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja atau pun pada hari-hari
tertentu. Lalu kenapa kita baru bisa dan mau memberikan selamat, bunga ataupun
hadiah kepada ibu hanya pada saat hari ibu saja? Sedangkan di hari-hari lainnya
kita hanya menganggapnya biasa seakan waktu untuk bersama ibu itu tidak
berharga. Baginya memberikan sedikit waktu kita untuknya jauh lebih besar
nilainya daripada bunga ataupun hadiah.
Dan lagi. Kapan kita terakhir
kali meminta maaf kepada ibu? Kapan kita terakhir mengundang ibu? Kapan terakhir
kali kita mengajak ibu jalan-jalan? Kapan terakhir kali kita memberikan kecupan
manis dengan ucapan terima kasih kepada ibu? Dan kapankah kita terakhir kali
berdoa untuk ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama ibu kita masih hidup. Percuma
kita memberikan bunga maupun tangisan apabila ibu telah berangkat kepada-Nya
karena ibu tidak akan bisa merasaakannya lagi. Tidak akan ada lagi yang cerewet
pagi, siang, dan malam. Saat kita menangis meneriakan nama ibu, ibu tidak akan membalasnya.
Ia hanya terdiam. Namun, ketahuilah bahwa bayangnya tetap ada di samping kita
dan berkata : "anak-anakku janganlah kalian menangis, ibu masih disini.
Ibu masih sayang kalian."
Sayangilah orang tuamu sobat.
Merekalah yang pertama ada untuk kita. Sungguh karena mereka kita mampu
bernafas hingga detik ini dan membaca tulisan ini...
(22 Des 2012)
Tentang Penulis : Baktiar Nur Makmura
Labels:
Artikel,
Artikel Pendidikan
07.12
Sejarah
Itu Penting!!
Ya ini juga meruakan cara yang menyenangkan dan menjaga lingkungan. Gimana tidak menyenangkan? Toh
kita sendiri yang menikmatinya. Nah rumah bersih pastinya akan mengurangi
nyamuk, hewan2 yang hidup di tempat kotor, jamur, dan basil2 pembawa penyakit.
Bukan Sampah Tapi Sejarah !
Written By Unknown on Senin, 21 Januari 2013 | 07.12
Oleh Baktiar Nur Makmura
Sampoerna Academy Bogor Campus
Dari pada nyampah mending buang saja !! Bener ga ??
Apakah kalian berpikir bahwa semua ini ada begitu saja ??
Tidak !!
Satu..
dua.. tiga hingga ribuan pemuda negeri ini berkumpul,berjuang, dan menaruhkan
nyawanya untuk masa kini. Merekalah para pejuang negeri ini, Tak memandang
siapa dia ?, darimana dia ?, keturunan siapa dia ? Hanya satu tekat mereka di negeri ini, ya..
mempersatukan tanah air tercinta ini “Indonesia”. Kalau kalian mengaku pemuda
yang peduli dengan negeri ini, simak dan hayati kenyataan yang saya dapati di
negeri ini..
Apa kalian
tahu apa saja peninggalan-peninggalan pendiri bangsa yang ada di sekitar kita??
Pasti kalian tahu, namun mengapa kalian semua hanya duduk
diam dan menikmatinya , berarti kalian tidak menghargai apa yang telah pemimpin
kita berikan. Banyak peninggalan mereka saat ini hanya menjadi sampah, jika
kalian tidak percaya datanglah ke Perpustakaan Hatta, itu adalah buku buku
peninggalan Pak Hatta. Namun tahu kah kalian apa yang terjadi di sana??. Banyak
buku yang tidak terawat dan hilang. Dan kini sebagian buku bukunya di pindahkan
ke perpustakaan UGM, lalu bagaimana dengan bekas gedung perpustakaanya ? Gedung itu kini tinggal menunggu waktu, ya?
Gedung itu tak terawat dan hampir roboh. Apakah para pemuda saat ini tahu akan
hal itu ??
Merawat
dan menghargai lah jalan untuk menghormati apa yang para pahlawan berikan untuk
bangsa saat ini. Apakah kalian berpikir bagaimana kalau kalian ada di posisi
para pahlawan pada saat itu dan barang peninggalan kalian terbunang sia-sia?
Menangis lah kalian. Ya mungkin begitulah perasaan para pemimpin banga jika
mereka tahu apa yang sudah terjadi saat ini. Namun kenapa anda marah apabila
peninggalan para pahlawan kita di ambil negara lain ? Kan kalian tidak
menghargainya. Tolong renungkan ini untuk para pemuda bangsa.
Selain itu
kita dapat mencontoh pola pikir pahlawan kita yang tradisional. Mungkin saya
akan sering membahas para proklamator bangsa ini. Bung Hatta. Tahu pola pikir
Bung Hatta ? Ya, beliau tidak mau menikah sebelum bangsa ini merdeka, dan
setelah bangsa inimerdeka 2 hari kemudian Bung Hatta menikah. Namun apa yang
terjadi pada pemuda saat ini ? Ya mereka
semena mena tanpa memikirkan sekitar. Bayangkan apabila pahlawan kita seperti
ini. Lalu kapan merdeka ?
Selain itu di saat Bung Hatta di panggil untuk kembali.
Seorang wartawan waktu itu menemukan sebuah brosur sepatu ternama di Indonesia.
Dan dari situ kita tahu bahwa Bung Hatta
tidak ingin hidup bermewah mewahan sebelum melihat bangsa ini sejahtera dan
merasa nyaman. Namun bagaimana dengan pemda saat ini ?? beli tas bisa.. beli
sepatu bisa..beli baju bisa.. waktu di suruh beli buku LKS yang kurang lebih
hanya 5-6 ribu kok mengeluh? Ya mungkin seperti itulah pemuda negeri ini saat
ini.
Bhinneka
tunggal ika ? Semboyan negara yang mempunyai arti sepanjang masa. Waktu itu
mereka para pahlawan kita sudah memikirkan itu untuk negeri ini hingga bertahun
tahun kemudian. Dan terbukti hinnga saat ini semboyan itu bisa disesuaikan di
masyarakat. Banyak negara ynag tak mempunyai semboyan seperti ini. Semboyan
pemersatu bangsa. Kita aja yang punya masih rusuh,demo,brutal dimana mana ?
Lalu bagaimana mereka yang tidak mempunyai semoyan seperti kita ? Semboyan ini
dibuat oleh rakyat , dari rakyat dan untuk rakyat. Bukan sekedar gambar di
antara foto Presiden dan Wakil Presiden.
Kitalah
para pemuda, para penerus bangsa di kemudian hari. Apa kalian tidak ingin
membangkitkan nama negeri ini. Masalah kita yang terbesar saat ini adalah rasa
malas yang menyelimuti diri kita. Maka dari itulah kita harus membunuh perasaan
itu dengan cara ikut berperan aktif di masyarakat melalui kegiatan kegiatan
social. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membangun Indonesia yang lebih
baik. Pertama tama mulailah dari diri kita sendiri, karena diri kita adalah
gambaran yang ada di sekitar kita. Pimpin diri anda untuk menjadi yang lebih
baik. Kendalikan segala emosi kalian agar tak terjerumus dalam lubang yang
dalam. Mari kita satukan tekat kita untuk memerangi masalah yang ada, mulai
dari hal yang sepele (di sekitar kita) hingga ke tahap tahap berikutnya.
Satukan tangan, Tulus kan niat, Rapatkan Barisan, Angkat tangan kita. Dan mari
berjuang untuk Indonesia.
Dari semua
itu kita tahu apa makna perjuangan mereka. Namun kenapa kita sekarang
menggunakan apa yang telah mereka usahakan untuk kita cuma-cuma. Seharusnya
kalian malu, menggunakan semua ini semena mena. Lihat itu SDA yang sudah
terbatas. Dulu mereka para pahlawan Telah menjaga SDA yang ada untuk masa kita
saat ini. Namun apa yang kita perbuat saat ini ? Dan apa yang akan kita berikan
untuk masa anak dan cucu kita di masa datang ?
Energi-energi ini mungkin tidak dapat diperbarui namun kalihan pasti
tahu. Untuk menjaganya ya kita harus berhemat dan menemukan energy atau sumber
daya yang lain.
Berikut adalah Cara-cara mudah yang
sebenarnya bisa kita lakukan untuk menghemat energi
1. Berhemat energi adalah langkah
yang tepat untuk dapat global warming,
utamanya pada
pengunaan energi fosil dan listrik. Walaupun energi listrik dapat
diperbaharui dan terlihat tidak berefek pada global warming, tapi hal ini
salah. Untuk menghasilkan energi
listrik, utamanya di indonesia, sampai sekarang masih mengunakan energi
fosil(minyak bumi dan gas bumi) untuk dirubah ke energi listrik ini.
2.
Buanglah sampah pada tempatnya
Hal ini sangat jelas: buanglah sampah pada tempatnya. Jadi
jangan sekali-kali anda membuang sembarangan. Iya kalo Cuma anda yang
melakukannya, tapi kalo ternyata jutaan masyarakat indonesia melakukannya?
Pasti banjir, la sekarang aja yang membuang sampah sedikit masih saja banjir.
3.
Rumah bersih
Ya ini juga meruakan cara yang menyenangkan dan menjaga lingkungan. Gimana tidak menyenangkan? Toh
kita sendiri yang menikmatinya. Nah rumah bersih pastinya akan mengurangi
nyamuk, hewan2 yang hidup di tempat kotor, jamur, dan basil2 pembawa penyakit.
4.
Menanam yuk
Tak dapat dipungkiri, bumi semakin panas, semakin banyak karbon
yang terkonversi menjadi CO2 dan CO. Nah pastinya akan semakin panas dan
menganggu pernafasan.
5.
Gunakan air dengan bijak
Dengan bijak. Dengan menghemat pemakaian air bersih, tidak
mencampur air bersih dan kotor(saat membuangnya). Jangan pula buang air kotor
langsung ke tanah. Hal tersebut dapat meresap menuju air tanah dan bercampur.
Juga dapat membunuh tumbuh-tumbuhan.
6.
kurangi mengunakan kertas
Bukannya saya propaganda tentang larangan mengunakan kertas.
Tapi, kerta termasuk penyumbang global warming secara langsung. Jika bisa,
usahakan menulis diary, kegiatan2 pada media
elektronik. Usahakan menggunakan lap, atau kain setelah makan .usahakan
meminimalkan pemakaian kertas.
7.
Ajaklah orang
Tidak perlu kampanye untuk mengajak orang. Yang perlu anda
lakukan adalah mencari 2 orang, lalu tularkan semangat dan kegiatan positif ini
secara intensif, bimbinglah berkala. Seperti mencari downline untuk MLM, tiap
yang ini gratis dan berdasarkan kesadaran masing-masing individu.
Dan
mulailah sekarang, Buat apa kita nunggu-nunggu ? Kita para pemuda
generasi penerus bangsa, harus kreatif menemukan penyeleisaian masalah-masalah
yang ada. Selain untuk kebaikan diri kita juga hal itu baik untuk keselamatan
lingkungan. Mari kita gabungkan semangat pemuda Indonesia untuk menjadikan
Indonesia yang bersih,sehat,dan selangkah demi langkah menjadi yang lebih baik.
-Kita bisa bukan karena suatu keberuntungan, namun kita bisa
karena itu sudah di gariskan olehNya-
Labels:
Artikel,
Artikel Lingkungan











