Oleh Rosalina (Komunitas Penggores)
Sampoerna Academy Bogor Campus
Perjalanan diawali pada pukul 6.30 a.m. menggunakan angkot.
Sesampainya di depan pintu masuk Curug Kembar kira-kira pukul 8.00 a.m.
teman-teman pramuka SA melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga
menuju Curug Kembar itu sendiri. Kalau bisa dibilang curugnya sih tidak terlalu
istimewa hanya ada dua curug yang berdekatan n’ that’s why namanya Curug Kembar. Tetapi teman-teman yang
istimewa adalah perjalanan menuju Curug Kembarnya. Kenapa? Karena jalannya itu
sangat jauh dan curam sekali, tanah yang tidak rata dengan bebatuan yang
banyak, jalan setapak yang extra kecil dan sungai yang banyak sekali dijumpai
dan meminta untuk dilewati. Ampuuun deh... belum lagi teman-teman banyak sekali
tanaman liar yang beracun dan hewan-hewan yang mengganggu seperi pacet atau
lintah. Tapi justru itu teman-teman yang bikin seru dan challeging buat perjalanan latihan survival pramuka SA Bogor ini. Jadi greget latihan survivalnya...hhee
Diluar kondisi itu apa sih yang dilakukan teman-teman
pramuka SA Bogor disana? Latihan survival,
pastinya. Tapi survival seperti apa
sih? Sepertinya ini sudah general yaitu latihan membuat api di hutan. Sekilas
info ada tiga teknik untuk membuat api di hutan yaitu dengan kaca pembesar,
dengan kaleng bekas yang diolesi coklat dan dengan air. Wahh dengan air? Apa
gak salah tuh? Jawabannya adalah tidak, karena itu memang terbukti bisa
menghasilkan api seperi yang sudah dilakukan Fachri
Wijaya, anak pramuka SA Bogor. Selain membuat api dengan tracknya yang super challenging
ini bisa meningkatkan kekompakan diantara sangga-sangga masing-masing. Dan
kekompakan inilah yang juga menambah kesan indah dan seru di perjalanan
teman-teman pramuka SA Bogor.
Selain itu ada lagi nih teman-teman satu cerita yang
mengesankan. Apa itu? Itu adalah berteduh di warung milik kakek tua, hal ini
disebabkan karena ditengah-tengah perjalanan pulang teman-teman pramuka SA
hujan deras tiba-tiba menghampiri dan memaksa mereka untuk berteduh. Inilah
lagi yang menambah kekompakan diantara mereka, menunggu hujan reda di warung
kakek tua yang tidak terlalu besar.
Rasanya bakal lebih klop kalau teman-teman lihat beberapa
foto perjalanan mereka. Dibawah sudah tersedia nih untuk teman-teman.... :)










Posting Komentar