Home » , » SA Scout Journey to Curug Kembar

SA Scout Journey to Curug Kembar

Written By Unknown on Minggu, 17 Maret 2013 | 05.14


                                                                         Oleh Rosalina (Komunitas Penggores)
                                                                                Sampoerna Academy Bogor Campus

Teman-teman tahu gak sih ekskul pramuka SA baru aja ngadain acara latihan outdoor yang pastinya seru banget. Bertepatan dengan hari raya umat Hindu yaitu Hari Raya Nyepi, 12 Maret 2013, anak pramuka SA berlatih survival di Curug Kembar, Cisarua Bogor. Acara ini diprakarsai oleh pelatih baru Pramuka SA yaitu Kak Muhamad Tirta Yasa atau yang biasa dipanggil Kak Tirta. Selain Kak Tirta yang menemani teman-teman pramuka SA Bogor, ada juga Kak Fika yaitu istri dari Kak Tirta dan Ibu Vitha yang tak lain adalah pembina ekskul pramuka SA Bogor turut hadir disertai dengan Pak Patrick.
Perjalanan diawali pada pukul 6.30 a.m. menggunakan angkot. Sesampainya di depan pintu masuk Curug Kembar kira-kira pukul 8.00 a.m. teman-teman pramuka SA melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga menuju Curug Kembar itu sendiri. Kalau bisa dibilang curugnya sih tidak terlalu istimewa hanya ada dua curug yang berdekatan n’ that’s why namanya Curug Kembar. Tetapi teman-teman yang istimewa adalah perjalanan menuju Curug Kembarnya. Kenapa? Karena jalannya itu sangat jauh dan curam sekali, tanah yang tidak rata dengan bebatuan yang banyak, jalan setapak yang extra kecil dan sungai yang banyak sekali dijumpai dan meminta untuk dilewati. Ampuuun deh... belum lagi teman-teman banyak sekali tanaman liar yang beracun dan hewan-hewan yang mengganggu seperi pacet atau lintah. Tapi justru itu teman-teman yang bikin seru dan challeging buat perjalanan latihan survival pramuka SA Bogor ini. Jadi greget latihan survivalnya...hhee
Diluar kondisi itu apa sih yang dilakukan teman-teman pramuka SA Bogor disana? Latihan survival, pastinya. Tapi survival seperti apa sih? Sepertinya ini sudah general yaitu latihan membuat api di hutan. Sekilas info ada tiga teknik untuk membuat api di hutan yaitu dengan kaca pembesar, dengan kaleng bekas yang diolesi coklat dan dengan air. Wahh dengan air? Apa gak salah tuh? Jawabannya adalah tidak, karena itu memang terbukti bisa menghasilkan api seperi yang sudah dilakukan Fachri Wijaya, anak pramuka SA Bogor. Selain membuat api dengan tracknya yang super challenging ini bisa meningkatkan kekompakan diantara sangga-sangga masing-masing. Dan kekompakan inilah yang juga menambah kesan indah dan seru di perjalanan teman-teman pramuka SA Bogor.
Selain itu ada lagi nih teman-teman satu cerita yang mengesankan. Apa itu? Itu adalah berteduh di warung milik kakek tua, hal ini disebabkan karena ditengah-tengah perjalanan pulang teman-teman pramuka SA hujan deras tiba-tiba menghampiri dan memaksa mereka untuk berteduh. Inilah lagi yang menambah kekompakan diantara mereka, menunggu hujan reda di warung kakek tua yang tidak terlalu besar.
Rasanya bakal lebih klop kalau teman-teman lihat beberapa foto perjalanan mereka. Dibawah sudah tersedia nih untuk teman-teman.... :)






























           

Share this article :

Posting Komentar

Advertisment

alt anda alt anda alt anda alt anda The Billion Rupiah Homepage alt anda
 
Support : Baktiar Nur Makmura | Hedi M Fauzi | Nahdi Permadi | Aan Anipah | Azka Azizah
Copyright © 2013. Goresan Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Edited by @BMakmura Published by @KangHedi
Proudly powered by Blogger