Penulis: Aan Anipah (Komunitas Penggores)
Sampoerna Academy Bogor Campus
Sampoerna Academy Bogor Campus
| Mr. Ruben (kiri) bersama Ms. Emi (kanan) saat serah terima cinderamata |
Ruben Made Janter Guterres, sosok pria berusia 24 tahun yang
terlahir di Baucau, Timor Leste pada 18 Oktober 1988, adalah sosok yang unik
dan “wow” banget. Futsal, bola, games yang berbau bola, dan mengkhayal adalah
hobinya. Beliau adalah guru sejarah dan sosiologi SMAN Bali Mandara (Sampoerna
Academy) yang berkesempatan mampir di Sampoerna Academy Bogor untuk program pertukaran
siswa dan guru antar Sampoerna Academy.
Menjadi seorang guru sebenarnya bukan cita – cita beliau
sejak kecil, karena sebelum memutuskan untuk menjadi guru beliau sempat
mendalami bidang arsitektur, science, dan bahkan beliau juga sempat berminat
untuk menjadi seorang polisi. Namun sayang, keinginan beliau untuk menjadi
seorang polisi harus kandas karena saat tes kesehatan ternyata beliau mempunyai
masalah dengan matanya. Namun kegagalan tersebut tidak membuat beliau menyerah
begitu saja. Hingga saat kelas 2 SMA beliau memantapkan diri untuk menjadi
seorang guru.
Pria kelulusan Universitas Pendidikan Ganesa (UNDIKSA) ini
memulai karirnya menjadi seorang guru dengan menjadi seorang guru bimbel selama
6 bulan sebelum akhirnya beliau menjadi bagian dari SMAN Bali Mandara (Sampoerna
Academy).
Sebagai seorang guru, beliau mengalami suka dan duka ketika
mengajar tentunya. “ Banyakan sukanya meskipun jadi guru tuh kamu akan merasa
mengajar - mengajar aja tapi lama kelamaan tiap tahunnya akan mengalami
perubahan karena murid itu akan selalu ganti jadi bisa selalu refresh, kalau
dukanya sih ada juga pasti contohnya kaya siswa yang badung tapi semenjak di Sampoerna
Academy Mister gak ketemu lagi sama siswa yang badung tapi saat mengajar dibimbel
dulu itu banyak banget. Untuk mengatasinya yah,kalau Mister marah itu jelek,
bisa hancur nanti. Jadi ya dideketin dengan candaan aja, akhirnya mereka mau.”
Komentar pria yang akrab dipanggil pak Ruben ini ketika ditanya mengenai suka
dukanya menjadi guru oleh tim Penggores (22/02/2013).
Kesempatan mengajar di Sampoerna Academy Bogor selama
seminggu ini meninggal kenangan yang cukup bagi beliau untuk menambah puing –
puing kisah kehidupan dan pengalaman beliau. Bagi beliau, udara yang dingin,
siswa yang ramai, suasana kelas serta suasana kantor adalah segala hal yang
paling berkesan dan akan selalu beliau ingat selama tinggal di Bogor.
Sosok yang sukses seperti Pak Ruben akan selalu bisa
memberikan motivasi bagi orang disekitarnya terutama bagi anak muridnya. “Do
what you love, love what you do.” Itulah prinsip sederhana dari sosok guru yang
sederhana namun “wow” ini. “kamu punya cara tersendiri karena hidup kamu adalah
hidup kamu jadi kamu yang menentukan cara kamu, kamu itu adalah apa yang kamu
pilih jadi kamu pilih berdasarkan apa yang membuat kamu nyaman dan itu akan
menjadi kamu.” Ujarnya saat ditanya pesan untuk siswa oleh tim Penggores
(22/02/2013).










+ comments + 1 comments
additional
the best statement by Mr.Ruben
"I am black and I am Proud"
Posting Komentar