Oleh Arief Khoirudin
President of Student Council
Sampoerna Academy Bogor Campus
Evaluasi Kedua
Permainan ini
membutuhkan orang yang agak banyak. Karena kamu perlu membuat minimal dua baris
yang masing – masing terdiri dari sepuluh orang. Di setiap ujung barisan, kita
menyediakan sebuah kertas kosong dan alat tulis, contohnya spidol. Instruksikan
bahwa satu orang hanya bisa menorehkan satu garis di selembar kertas kosong
itu.Dan ibaratkan mereka akan berencana membuat sebuah maskot. Jadi kertas akan digilir, dan
otomatis teman yang mendapat giliran harus melanjutkan karya sebelumya. Kita
lihat, bagaimanakah hasilnya ? Belum tentu hasilnya adalah sesuatu yang lazim.
Bisa jadi tu adalah sesuatu yang tidak biasa. Untuk menambah kreativitas, orang
terakhir yang menggambar diminta untuk menjelaskan apa yang ada dalam gambar
itu.
Dapatkah kita
mengambil pelajaran dari itu ? Mungkin Anda bisa berpikir dan menerjemahkannya
dengan banyak hal. Saya yakin itu tidak ada yang salah. Tapi inilah beberapa
ulasan menrut siswa – siswi Sampoerna Academy:
1. Harapan kita mugkin tidak sama dengan orang lain.
2. Untuk mendapatkan hasil maksimal, komunikasi sangat diperlukan.
3. Kerja sama tim adalah komunikasi.
4. Kita perlu bicara kepada orang lain, apa yang kita maksudkan.
5. Sebelum mulai bekerja sama, kita perlu menyamakan visi.
Evaluasi ketiga
Ini hari pertama assembly tanpa
mr. Rey. Beliau lagi ada urusan di Jakarta. Jadi deh, kami dipimpin sama Bu
Wendy. Nah perlu diketahui, Bu Wendy adalah rekan kerja Pak Rey sebagai kepala
sekolah. Beliau itu adalah salah satu trainer kepala sekolah – kepala sekolah
se Indonesia. Pertama bu Wendy buka assemblynya dan disitu aku baru menyadari
kalo beliau itu orangnya ternyata juga santai. Terus, Kemas sama Edo, kedua temen
kita yang abis pulang dari Jepang ikut program Kizuna, memaparkan hasil
penjelajahan mereka ke sana. Fotonya bagus, ada yang salju – salju gitu.
Intinya di sini kami dituntut
untuk tidak mengejar sesuatu yang biasa, tapi kejarlah sesuatu yang luar biasa.
Temen kami aja bias ke Jepang, masak kami, masak aku gak bisa sih. Akhirnya
assembly yang normal ini ditutup dengan penampilan temen – temen dancer yang
mau lomba. Keren.
Evaluasi keempat
Hari Jumat emang biasanya hari
yang berat buat aku pribadi. Why? Karena di hari ini kesan yang aku munculin
pertama di kepala aku juga pokoknya hari ini mungkin aku akan sedikit banyak
lari – lari. Pasti ada sesuatu yang harus cepat diselesaikan. Terutama yang
menyangkut temen – temen, gawat kalo gak cepet – cepet. Juga tentang SAT dulu
ato assembly dulu. Nah kemarin Jumat adalah assembly keempat kami sama mr. Rey
kepala sekolah baru kita J
dan juga Bu Wendy
Hari ini agendanya mungkin agak
special. Karena ini assembly formal pertama yang diawali dengan sebuah
penampilan. Nah, penampilan ini datang dari Dove House. Mereka nampilin sebuah drama yang intinya itu, kita harus
ngaca dengan kita sekarang. Syukuri apa yang diberikan oleh Allah SWT. Segala
nikmat yang tak ternilai.
Setelah itu giliran mr. Rey. Tapi
beliau tidak banyak memberi masukan. Hanya, setelah beliau mengumumkan beberapa
anak yang lolos ke tahap selanjutnya dari tes CCE, beliau mengajak semua dari
kami untuk berdiri dan bertepuk tangan. Beliau mengatakan, “Lagi, ini adalah
cara kita merayakan secuil keberhasilan. Kalian harus tetap meningkatkan
perjuangan kalian. Push yourself to the
limit.” Sorenya beliau bilang ke aku kalo beliau akan nginep di sekolah.
Beliau tidak ingin melewatkan lebih banyak kebersamaan dengan kami.










Posting Komentar