Home » , » Bukan Sampah Tapi Sejarah !

Bukan Sampah Tapi Sejarah !

Written By Unknown on Senin, 21 Januari 2013 | 07.12

Oleh Baktiar Nur Makmura
Sampoerna Academy Bogor Campus 


Sejarah Itu Penting!!
Dari pada nyampah mending buang saja !! Bener ga ??
Apakah kalian berpikir bahwa semua ini ada begitu saja ?? Tidak !!

            Satu.. dua.. tiga hingga ribuan pemuda negeri ini berkumpul,berjuang, dan menaruhkan nyawanya untuk masa kini. Merekalah para pejuang negeri ini, Tak memandang siapa dia ?, darimana dia ?, keturunan siapa dia ?  Hanya satu tekat mereka di negeri ini, ya.. mempersatukan tanah air tercinta ini “Indonesia”. Kalau kalian mengaku pemuda yang peduli dengan negeri ini, simak dan hayati kenyataan yang saya dapati di negeri ini..

            Apa kalian tahu apa saja peninggalan-peninggalan pendiri bangsa  yang ada di sekitar kita??
Pasti kalian tahu, namun mengapa kalian semua hanya duduk diam dan menikmatinya , berarti kalian tidak menghargai apa yang telah pemimpin kita berikan. Banyak peninggalan mereka saat ini hanya menjadi sampah, jika kalian tidak percaya datanglah ke Perpustakaan Hatta, itu adalah buku buku peninggalan Pak Hatta. Namun tahu kah kalian apa yang terjadi di sana??. Banyak buku yang tidak terawat dan hilang. Dan kini sebagian buku bukunya di pindahkan ke perpustakaan UGM, lalu bagaimana dengan bekas gedung perpustakaanya  ? Gedung itu kini tinggal menunggu waktu, ya? Gedung itu tak terawat dan hampir roboh. Apakah para pemuda saat ini tahu akan hal itu ??
            Merawat dan menghargai lah jalan untuk menghormati apa yang para pahlawan berikan untuk bangsa saat ini. Apakah kalian berpikir bagaimana kalau kalian ada di posisi para pahlawan pada saat itu dan barang peninggalan kalian terbunang sia-sia? Menangis lah kalian. Ya mungkin begitulah perasaan para pemimpin banga jika mereka tahu apa yang sudah terjadi saat ini. Namun kenapa anda marah apabila peninggalan para pahlawan kita di ambil negara lain ? Kan kalian tidak menghargainya. Tolong renungkan ini untuk para pemuda bangsa.

         

   Selain itu kita dapat mencontoh pola pikir pahlawan kita yang tradisional. Mungkin saya akan sering membahas para proklamator bangsa ini. Bung Hatta. Tahu pola pikir Bung Hatta ? Ya, beliau tidak mau menikah sebelum bangsa ini merdeka, dan setelah bangsa inimerdeka 2 hari kemudian Bung Hatta menikah. Namun apa yang terjadi pada pemuda saat ini ?  Ya mereka semena mena tanpa memikirkan sekitar. Bayangkan apabila pahlawan kita seperti ini. Lalu kapan merdeka ?
Selain itu di saat Bung Hatta di panggil untuk kembali. Seorang wartawan waktu itu menemukan sebuah brosur sepatu ternama di Indonesia. Dan dari situ kita tahu bahwa Bung  Hatta tidak ingin hidup bermewah mewahan sebelum melihat bangsa ini sejahtera dan merasa nyaman. Namun bagaimana dengan pemda saat ini ?? beli tas bisa.. beli sepatu bisa..beli baju bisa.. waktu di suruh beli buku LKS yang kurang lebih hanya 5-6 ribu kok mengeluh? Ya mungkin seperti itulah pemuda negeri ini saat ini.

            Bhinneka tunggal ika ? Semboyan negara yang mempunyai arti sepanjang masa. Waktu itu mereka para pahlawan kita sudah memikirkan itu untuk negeri ini hingga bertahun tahun kemudian. Dan terbukti hinnga saat ini semboyan itu bisa disesuaikan di masyarakat. Banyak negara ynag tak mempunyai semboyan seperti ini. Semboyan pemersatu bangsa. Kita aja yang punya masih rusuh,demo,brutal dimana mana ? Lalu bagaimana mereka yang tidak mempunyai semoyan seperti kita ? Semboyan ini dibuat oleh rakyat , dari rakyat dan untuk rakyat. Bukan sekedar gambar di antara foto Presiden dan Wakil Presiden.

            Kitalah para pemuda, para penerus bangsa di kemudian hari. Apa kalian tidak ingin membangkitkan nama negeri ini. Masalah kita yang terbesar saat ini adalah rasa malas yang menyelimuti diri kita. Maka dari itulah kita harus membunuh perasaan itu dengan cara ikut berperan aktif di masyarakat melalui kegiatan kegiatan social. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Pertama tama mulailah dari diri kita sendiri, karena diri kita adalah gambaran yang ada di sekitar kita. Pimpin diri anda untuk menjadi yang lebih baik. Kendalikan segala emosi kalian agar tak terjerumus dalam lubang yang dalam. Mari kita satukan tekat kita untuk memerangi masalah yang ada, mulai dari hal yang sepele (di sekitar kita) hingga ke tahap tahap berikutnya. Satukan tangan, Tulus kan niat, Rapatkan Barisan, Angkat tangan kita. Dan mari berjuang untuk Indonesia.

            Dari semua itu kita tahu apa makna perjuangan mereka. Namun kenapa kita sekarang menggunakan apa yang telah mereka usahakan untuk kita cuma-cuma. Seharusnya kalian malu, menggunakan semua ini semena mena. Lihat itu SDA yang sudah terbatas. Dulu mereka para pahlawan Telah menjaga SDA yang ada untuk masa kita saat ini. Namun apa yang kita perbuat saat ini ? Dan apa yang akan kita berikan untuk masa anak dan cucu kita di masa datang ?  Energi-energi ini mungkin tidak dapat diperbarui namun kalihan pasti tahu. Untuk menjaganya ya kita harus berhemat dan menemukan energy atau sumber daya yang lain.
        Berikut adalah Cara-cara mudah yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk  menghemat energi
1.      Berhemat energi adalah langkah yang tepat untuk dapat  global warming, utamanya pada
pengunaan energi fosil dan listrik. Walaupun energi listrik dapat diperbaharui dan terlihat tidak berefek pada global warming, tapi hal ini salah. Untuk  menghasilkan energi listrik, utamanya di indonesia, sampai sekarang masih mengunakan energi fosil(minyak bumi dan gas bumi) untuk dirubah ke energi listrik ini.

2.      Buanglah sampah pada tempatnya
      Hal ini sangat jelas: buanglah sampah pada tempatnya. Jadi jangan sekali-kali anda membuang sembarangan. Iya kalo Cuma anda yang melakukannya, tapi kalo ternyata jutaan masyarakat indonesia melakukannya? Pasti banjir, la sekarang aja yang membuang sampah sedikit masih saja banjir.
3.      Rumah bersih
      Ya ini juga meruakan cara yang menyenangkan dan menjaga  lingkungan. Gimana tidak menyenangkan? Toh kita sendiri yang menikmatinya. Nah rumah bersih pastinya akan mengurangi nyamuk, hewan2 yang hidup di tempat kotor, jamur, dan basil2 pembawa penyakit.

4.      Menanam yuk
      Tak dapat dipungkiri, bumi semakin panas, semakin banyak karbon yang terkonversi menjadi CO2 dan CO. Nah pastinya akan semakin panas dan menganggu pernafasan.

5.      Gunakan air dengan bijak
      Dengan bijak. Dengan menghemat pemakaian air bersih, tidak mencampur air bersih dan kotor(saat membuangnya). Jangan pula buang air kotor langsung ke tanah. Hal tersebut dapat meresap menuju air tanah dan bercampur. Juga dapat membunuh tumbuh-tumbuhan.

6.      kurangi mengunakan kertas
      Bukannya saya propaganda tentang larangan mengunakan kertas. Tapi, kerta termasuk penyumbang global warming secara langsung. Jika bisa, usahakan menulis  diary, kegiatan2 pada media elektronik. Usahakan menggunakan lap, atau kain setelah makan .usahakan meminimalkan pemakaian kertas.

7.      Ajaklah orang
      Tidak perlu kampanye untuk mengajak orang. Yang perlu anda lakukan adalah mencari 2 orang, lalu tularkan semangat dan kegiatan positif ini secara intensif, bimbinglah berkala. Seperti mencari downline untuk MLM, tiap yang ini gratis dan berdasarkan kesadaran masing-masing individu.

      Dan mulailah sekarang, Buat apa kita nunggu-nunggu ? Kita para pemuda generasi penerus bangsa, harus kreatif menemukan penyeleisaian masalah-masalah yang ada. Selain untuk kebaikan diri kita juga hal itu baik untuk keselamatan lingkungan. Mari kita gabungkan semangat pemuda Indonesia untuk menjadikan Indonesia yang bersih,sehat,dan selangkah demi langkah menjadi yang lebih baik.

-Kita bisa bukan karena suatu keberuntungan, namun kita bisa karena itu sudah di gariskan olehNya- 

Tentang Penulis:
Baktiar Nur Makmura

Share this article :

Posting Komentar

Advertisment

alt anda alt anda alt anda alt anda The Billion Rupiah Homepage alt anda
 
Support : Baktiar Nur Makmura | Hedi M Fauzi | Nahdi Permadi | Aan Anipah | Azka Azizah
Copyright © 2013. Goresan Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Edited by @BMakmura Published by @KangHedi
Proudly powered by Blogger